{"id":3882,"date":"2026-04-09T23:05:09","date_gmt":"2026-04-09T16:05:09","guid":{"rendered":"https:\/\/bilebante.com\/?p=3882"},"modified":"2026-04-09T23:05:36","modified_gmt":"2026-04-09T16:05:36","slug":"visi-makmur-mendunia-strategis-dan-relevan-dengan-kebuthan-ntb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/visi-makmur-mendunia-strategis-dan-relevan-dengan-kebuthan-ntb\/","title":{"rendered":"Visi &#8221; Makmur Mendunia &#8221; Strategis dan Relevan Dengan Kebuthan NTB"},"content":{"rendered":"<p>Visi Gubernur NTB &#8221; Makmur Mendunia&#8221; merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan akar rumput di Nusa Tenggara Barat. Sebagai pengelola destinasi yang berfokus pada konsep keberlanjutan, dukungan penuh terhadap visi Gubernur NTB ini didasari oleh harapan akan terciptanya ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya saing global.<\/p>\n<p>Berikut adalah poin-poin utama mengenai bagaimana kebijakan tersebut dapat memperkuat posisi desa wisata:<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Keberpihakan Regulasi dan Kebijakan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Para pelaku wisata di tingkat desa sangat mengharapkan regulasi yang <strong>mempermudah akses dan legalitas<\/strong>. Kebijakan yang pro-desa wisata seharusnya mampu memangkas birokrasi dalam pengembangan potensi lokal, sehingga desa memiliki kemandirian dalam mengelola aset dan sumber daya alamnya secara sah dan berkelanjutan.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Penguatan Ekonomi Kerakyatan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Visi &#8220;Makmur&#8221; hanya bisa tercapai jika manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya berhenti di tingkat korporasi besar, tetapi mengalir langsung ke masyarakat desa. Hal ini mencakup:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pemberdayaan UMKM lokal:<\/strong> Memastikan produk desa menjadi bagian dari rantai pasok wisatawan<\/li>\n<li><strong>Penciptaan Lapangan Kerja:<\/strong> Mengurangi urbanisasi dengan menciptakan peluang ekonomi di desa sendiri melalui sektor jasa wisata.<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Akses Pasar dan Digitalisasi &#8220;Mendunia&#8221;<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Agar desa wisata dapat dikenal di kancah internasional (mendunia), dukungan pemerintah dalam hal <strong>pemasaran digital dan infrastruktur konektivitas<\/strong> sangat krusial. Desa memerlukan bantuan untuk membangun narasi yang kuat tentang keunikan budaya dan keasrian alam mereka agar mampu menarik wisatawan mancanegara secara mandiri.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Konsistensi pada Konsep Wisata Hijau<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam pandangan pengelola Desa Wisata Hijau, kemakmuran tidak boleh mengorbankan ekologi. Dukungan Gubernur diharapkan juga menyasar pada <strong>pengelolaan limbah yang sistematis<\/strong> dan perlindungan lahan produktif. Pembangunan infrastruktur di desa wisata harus tetap menjaga estetika pedesaan dan kelestarian lingkungan agar daya tarik &#8220;alam&#8221; tetap terjaga untuk jangka panjang.<\/p>\n<p>Harapan besarnya adalah agar visi ini tidak sekadar menjadi jargon politik, melainkan diterjemahkan ke dalam program kerja nyata\u2014seperti bantuan permodalan, pelatihan peningkatan kapasitas SDM (pemandu wisata, pengelola penginapan), serta integrasi promosi pariwisata NTB yang menempatkan desa wisata sebagai ujung tombak destinasi.<\/p>\n<p>Dengan kolaborasi yang erat antara visi pemerintah provinsi dan semangat para pelaku di desa, target menjadikan NTB sebagai kiblat desa wisata dunia bukanlah hal yang mustahil Kata Direktur Desa wisata Hijau Bilebante Pahrul Azim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Visi Gubernur NTB &#8221; Makmur Mendunia&#8221; merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan akar rumput di Nusa Tenggara Barat. Sebagai pengelola destinasi yang berfokus pada konsep keberlanjutan, dukungan penuh terhadap visi Gubernur NTB ini didasari oleh harapan akan terciptanya ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya saing global. Berikut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3882","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-desawisatahijau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3882"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3884,"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3882\/revisions\/3884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bilebante.com\/id_ID\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}