Halo Sobat Traveler!
Ada kabar membanggakan datang dari jantung Pulau Lombok. Masih ingat dengan Desa Wisata Hijau Bilebante? Ya, desa yang terkenal dengan hamparan sawah hijau yang menyejukkan, jalur sepeda yang seru, serta atmosfer pedesaan yang autentik ini sedang bersiap mengambil langkah besar.
Tidak tanggung-tanggung, Bilebante kini tengah bersolek dan mempersiapkan diri untuk maju ke ajang internasional, yaitu Best Tourism Village (BTV) UN Tourism, sebuah penghargaan bergengsi dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Bagaimana persiapan desa tercinta kita untuk memikat perhatian dunia? Yuk, intip proses di balik layarnya!

Mengapa Bilebante Layak Dilirik Dunia?
Bilebante bukan sekadar destinasi wisata biasa. Desa ini merupakan wujud nyata penerapan Sustainable Tourism atau pariwisata berkelanjutan. Inilah yang menjadi modal utama Desa Wisata Hijau Bilebante untuk bersaing di tingkat global.
Terdapat tiga pilar utama yang menjadi kekuatan Bilebante dalam mengikuti penilaian Best Tourism Village UN Tourism:
- Kelestarian Lingkungan
Mulai dari kawasan bekas galian pasir yang disulap menjadi destinasi favorit Pasar Pancingan, hingga komitmen masyarakat menjaga kebersihan desa dan kelestarian hamparan sawah hijau. - Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Tourism)
Seluruh aktivitas pariwisata digerakkan oleh masyarakat lokal, mulai dari pelaku UMKM, pemandu wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga para pemuda kreatif desa. - Pelestarian Seni dan Budaya
Harmoni kehidupan masyarakat, budaya Sasak, kesenian tradisional, serta berbagai produk lokal terus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas Desa Wisata Hijau Bilebante.

Mengintip Persiapan “Bilebante Bersolek”
Menuju standar internasional tentu bukan perkara mudah. Saat ini seluruh elemen masyarakat, Pokdarwis, pemerintah desa, pemerintah daerah, akademisi, hingga berbagai mitra tengah bahu-membahu melakukan berbagai persiapan agar Desa Wisata Hijau Bilebante mampu memenuhi standar penilaian Best Tourism Village UN Tourism.
Dokumen pendukung, penguatan data, hingga penyusunan narasi desa dilakukan secara kolaboratif. Suasana diskusi dan koordinasi terlihat dalam berbagai sesi kerja bersama yang berlangsung di kawasan Desa Wisata Hijau Bilebante dengan semangat gotong royong.

1. Peningkatan Kapasitas SDM Berstandar Global
Warga lokal, khususnya pelaku UMKM, pemandu wisata, serta pengelola desa wisata terus meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan. Materi yang diberikan meliputi kemampuan bahasa asing, pelayanan prima (hospitality), hingga penerapan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE).
2. Digitalisasi Desa Wisata
Dalam menyambut wisatawan mancanegara, Desa Wisata Hijau Bilebante juga memperkuat transformasi digital. Berbagai inovasi seperti sistem reservasi daring, pembayaran non-tunai (QRIS), pengelolaan media sosial, hingga promosi digital terus dikembangkan untuk memperluas jangkauan pasar internasional.
3. Penguatan Storytelling Produk Lokal
Setiap sudut Bilebante memiliki cerita yang unik. Oleh karena itu, kemampuan storytelling para pemandu wisata terus diasah agar wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam maupun kuliner lokal seperti Ayam Merangkat, tetapi juga memahami nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang melekat di dalamnya.
“Menjadi bagian dari Best Tourism Village bukan hanya tentang memenangkan penghargaan, tetapi tentang membuktikan bahwa pariwisata berbasis komunitas di Bilebante mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata tanpa mengorbankan alam dan budaya lokal.”
— Semangat Pengelola Desa Wisata Hijau Bilebante
Dukung Bilebante Menembus Dunia
Perjalanan menuju Best Tourism Village UN Tourism merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Desa Wisata Hijau Bilebante membuktikan bahwa sebuah desa di Lombok Tengah mampu bermimpi besar dan siap bersaing di panggung internasional.
Sobat Traveler juga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini dengan berkunjung secara bertanggung jawab (responsible traveler), menjaga kebersihan lingkungan, menghormati budaya lokal, serta membagikan pengalaman terbaik selama berada di Bilebante melalui tagar #BilebanteToTheWorld.
Mari kita doakan bersama agar Desa Wisata Hijau Bilebante berhasil meraih predikat Best Tourism Village UN Tourism dan semakin mengharumkan nama Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, serta Indonesia di mata dunia.
Desa Maju, Rakyat Sejahtera, Alam Lestari!



