Terwujudnya Desa Bilebante yang Bersih, Sehat, Indah, Aman, Sejahtera Terampil Dan Unggul (Bersinar Terang).
1. Menyelenggarakan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, akuntabel serta efektif dan efisien.
2. Meningkatkan fasilitas kebersihan lingkungan dan berupaya meningkatkan jaminan kesehatan masyarakat melalui program pemerintah.
3. Mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya manusia dan semua potensi dimasyarakat dalam bidang kepemudaan, pertanian, pariwisata dan peternakan dll guna meningkatkan kesejahteraan warga.
4. Berupaya secara maksimal untuk membangkitkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
5. Membina Generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan pelatihan sehingga menjadi generasi muda yang relegius, terampil, professional dan unggul.
6. Memperbanyak kegiatan pelatihan dan pendidikan di bidang keterampilan usaha sehingga mampu menciptakan masyarakat yang terampil dan lowong kerja sehingga mewujudkan keluarga yang unggul.
7. Meningkatkan promosi Desa Wisata Hijau Bilebante untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Bilebante dan melanjutkan program-program Desa Wisata Hijau Desa Bilebante serta melestarikan budaya dan tradisi masyarakat.
8. Melanjutkan program pemerintah pusat, daerah secara adil sesuai dengan petunjuk teknis.
9. Menjaga keamanan, kedamaian dan saling menghormati dan melindungi antar umat beragama.
10. Membangun infrakstruktur dalam semua bidang untuk meningkatkan kemudahan, dan upaya meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat.
Pengelola Desa Wisata Hijau:
1. Peningkatan Pendapatan
Pendapatan rata-rata dari kegiatan pariwisata adalah Rp 3 juta (sumber: Studi Multiplier Effect, November 2019, GIZ), sedangkan UMK Lombok Tengah pada tahun 2019 adalah Rp 2.021.000. Dengan demikian dapat dilihat adanya peningkatan yang signifikan karena pada bulan April 2019 60% responden evaluasi memiliki rata-rata pendapatan bulanan dari pekerjaan utama di bawah Rp1 juta (sumber: Baseline Study, April 2019, GIZ).
2. Penciptaan Lapangan Pekerjaan
Terciptanya lapangan kerja untuk anak muda dan perempuan, terutama Ibu Rumah Tangga, sehingga dengan demikian mencegah terjadinya urbanisasi dan mengurunkan niat untuk menjadi TKI.
3. Peningkatan Kapasitas
Lebih dari 400 orang berpartisipasi dalam berbagai pelatihan dimana 66% adalah anak muda di bawah usia 35 tahun dan 84% perempuan.
1. Pembangunan Sarana Prasarana
2. Publikasi (video, buku panduan, rencana induk)
Yang disusun bersama dengan para mitra perusahaan
3. Kesempatan untuk berpartisipasi dalam even nasional dan menjadi narasumber
4. Menjadi Desa Wisata percontohan penerapan CHSE di NTB
1. Desa Bilebante terdiri dari dusun Muslim dan Hindu yang hidup harmonis, Tanyakan pada pemandu lokal mengenai kekayaan budaya setempat.
2. Berpakaian yang sesuai selama berwisata.
3. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang samaph sembarangan selama berwisata.
4. Ikuti saran dan petunjuk petugas Wisata Hijau (DWH) Bilebante saat pengenalan dan pembekalan informasi sebelum berwisata.
5. Dukung perekonomian lokal dengan membeli produk makanan olahan dan kerajinan khas dari kelompok perempuan dan masyarakat desa.
6. Ambil sebanyak mungkin pengalaman selama berwisata di Desa Bileante dan bagikan kepada teman dan keluarga.
7. Menjaga dan melestarikan flora fauna di Desa Bileante terutama yang dilindungi (tidak menembak/memburu satwa, tidak menangkap ikan menggunakan bahan kimia dan hanya boleh memancing dikolam ikan, serta tidak memetik/mencabut tanaman dengan sembarangan).